Amran juga menyatakan bahwa model kepemimpinan di Kementan kini lebih tegas dan cepat dalam mengambil keputusan. “Model baru sekarang, tidak perlu rapat lama-lama di kantor. SK dicopot atau diganti langsung di lapangan. Kalau saya temukan lagi kasus seperti ini, akan saya copot lagi,” ujarnya menegaskan.
Meski bersikap tegas, Mentan Amran tetap memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian Pertanian dan pihak yang telah berkontribusi pada kemajuan sektor pertanian nasional.
“PDB pertanian mencatat kontribusi tertinggi, kesejahteraan petani meningkat tajam, dan stok beras kita di Bulog tertinggi sepanjang sejarah kemerdekaan. Bahkan FAO memberikan pengakuan dan penghargaan kepada Indonesia,” ungkapnya.
Namun, ia mengingatkan agar seluruh jajaran tidak terlena dengan capaian tersebut. “Ada yang salah, kita perbaiki. Tapi jangan biarkan pelanggaran sekecil apa pun menggerogoti amanah rakyat. Ini kepercayaan besar dari rakyat kepada kita,” tegasnya.
Amran menutup arahannya dengan menegaskan bahwa keberhasilan besar di sektor pertanian merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa.
“Swasembada ini bukan karena saya, tapi karena kita semua, termasuk teman-teman media, TNI, Polri, kejaksaan, gubernur, bupati, camat, kepala desa, PPL, semuanya. Ini hasil kerja kolektif atas gagasan besar Bapak Presiden,” pungkasnya. (DR)




