SIDOARJO – TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) yang rencananya akan dikirim ke Singapura.
Kejadian ini terjadi pada Sabtu, 8 Februari 2025, dan merupakan hasil kerja sama antara TNI AL dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Juanda serta stakeholder Bandara Juanda.
Dalam konferensi pers yang digelar di Lobi Mako Lanudal Juanda Puspenerbal, Sidoarjo, pada Ahad (9/2), Komandan Satuan Pengamanan (Dansatgaspam) TNI AL Bandara Juanda, Letkol Laut (P) Dani Widjanarka, menjelaskan bahwa upaya penyelundupan ini terungkap berkat kecurigaan petugas di lapangan dan analisis terhadap penumpang keberangkatan.
Dari hasil pemeriksaan, terindikasi adanya pengiriman barang mencurigakan yang diduga sebagai Benih Bening Lobster (BBL) oleh penumpang pesawat Scoot Tiger Air TR263 dengan rute Surabaya-Singapura yang dijadwalkan terbang pada pukul 19.40 WIB, Jumat, 7 Februari 2025.
Setelah dilakukan screening terhadap barang bawaan penumpang, petugas menemukan dua kotak mencurigakan. Pemeriksaan fisik kemudian dilakukan dengan disaksikan oleh Petugas Aviation Security Lion Air dan petugas pintu karyawan kedatangan. Dari pemeriksaan tersebut, terungkap bahwa dua orang dengan inisial RP (41) dan KH (29) diduga terlibat sebagai kurir dan penerima barang.
Tim berhasil mengembangkan informasi selama 18 jam dan mengamankan satu tersangka tambahan, seorang warga Nusa Tenggara Timur yang berperan sebagai pengemudi mobil pengantar ke bandara. Tersangka menggunakan satu unit mobil box dan satu unit mobil Xenia.
Total barang bukti yang berhasil diamankan adalah 49 bungkus plastik berisi 60.205 ekor Benih Bening Lobster (BBL), terdiri dari 59.154 ekor BBL jenis Pasir dan 1.051 ekor jenis Mutiara. Kerugian negara akibat upaya penyelundupan ini diperkirakan mencapai Rp9.083.300.000 (sembilan miliar delapan puluh tiga juta tiga ratus ribu rupiah).
Barang bukti dan ketiga tersangka telah diserahkan kepada KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Dansatgaspam TNI AL Bandara Juanda menegaskan bahwa penggagalan ini merupakan bagian dari implementasi Program Prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menekankan pentingnya komitmen prajurit TNI AL dalam menjaga keamanan dan pengamanan di dunia penerbangan guna mencegah tindak pidana, pelanggaran, atau ancaman.
Upaya ini juga menunjukkan sinergi yang kuat antara TNI AL, Bea dan Cukai, serta stakeholder bandara dalam melindungi sumber daya alam Indonesia dari praktik ilegal. (*/DR)






