FaktaID.net – Proses pencarian dan pertolongan (SAR) korban kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur masih berlangsung hingga hari kedua, Selasa (28/4), sebelum akhirnya dinyatakan selesai pada pagi hari.
Kepala Basarnas turun langsung ke lokasi untuk memantau sekaligus mengoordinasikan jalannya evakuasi bersama Wakil Menteri Perhubungan, Ketua KNKT, dan sejumlah instansi terkait. Sinergi tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan korban serta penanganan rangkaian kereta yang terdampak.
Dalam penjelasannya, Kepala Basarnas mengungkapkan bahwa proses evakuasi tidak mudah karena sejumlah korban sempat terjepit di antara material kereta. Tim SAR harus menggunakan teknik ekstrikasi dengan peralatan khusus dan bekerja secara cermat demi menghindari risiko tambahan.
Sejak dini hari pascakejadian, tim berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia. Seluruh korban kemudian dibawa ke beberapa rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Data sementara hingga pukul 07.30 WIB mencatat total 99 korban, terdiri dari 84 orang selamat—sebagian masih menjalani perawatan dan sebagian lainnya telah diperbolehkan pulang. Sementara itu, 15 korban dinyatakan meninggal dunia.
Proses evakuasi resmi dinyatakan selesai pada pukul 09.30 WIB. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati area kejadian serta tetap waspada, khususnya saat melintas di sekitar jalur rel kereta api, guna menjaga keselamatan dan kelancaran penanganan pascakecelakaan. (DR)






