Prabowo Bahas Evaluasi BUMN dan Dukungan untuk Palestina di Istana Merdeka

Redaksi
Prabowo Bahas Evaluasi BUMN dan Dukungan untuk Palestina di Istana Merdeka
Dok. Ketua MPR RI Ahmad Muzani.

FaktaID.net – Presiden terpilih Prabowo Subianto menggelar pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/4). Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang turut hadir dalam pertemuan itu mengungkapkan bahwa salah satu topik yang dibahas adalah evaluasi menyeluruh terhadap jajaran direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurut Muzani, pembahasan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk menjadikan BUMN sebagai institusi yang kuat dan berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

“Tadi diomongin sedikit memang tentang berapa kinerja badan usaha negara. Beliau berharap bisa menjadi sebuah unit usaha negara yang memiliki kekuatan yang cukup tangguh. Karena di satu sisi penyertaan modal dari negara cukup signifikan nilainya,” jelas Ahmad Muzani.

Baca Juga :  Panglima TNI dan Menhan RI Hadiri Malam Akrab Bersama Prajurit di Papua

Ia menambahkan, ekspektasi publik terhadap kinerja penyelenggara BUMN semakin tinggi. Hal ini juga berlaku bagi BUMN yang tergabung dalam holding Danantara, yang diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

“Di sisi lain, yang diharapkan sama masyarakat dari kinerja para penyelenggara di BUMN, termasuk yang bergabung dalam Danantara, bisa memberi andil yang besar bagi perkembangan pembangunan ekonomi di Indonesia. Terutama untuk kesejahteraan rakyat dan masyarakat Indonesia,” katanya.

Selain isu BUMN, Prabowo juga membahas soal kondisi warga Palestina yang terdampak konflik, khususnya di wilayah Gaza. Muzani menyebut, Presiden menaruh perhatian serius terhadap pemulihan trauma korban perang.

Baca Juga :  Jaksa Agung Lakukan Rotasi, Harli Siregar Jabat Kajati Sumut, Anang Supriatna Jadi Kapuspenkum

“Yang ada dalam pikiran beliau adalah bagaimana ketika Palestina Merdeka itu orang-orang yang mengalami trauma perang, anak-anak, perempuan, wanita, orang-orang yang cacat itu bisa segera pulih dan bisa kembali ke tanah airnya,” ujar Muzani.

Lebih jauh, Prabowo juga menyoroti pentingnya pemberdayaan tenaga medis dan tenaga pendidik asal Palestina agar mampu berkontribusi dalam pembangunan negaranya setelah konflik berakhir.

“Sehingga ketika Palestina dinyatakan bebas dari peperangan, maka dia bisa kembali ke tanah airnya di Palestina untuk bersama-sama membangun masa depan Palestina,” pungkasnya. (DR)